Beranda / LONGSOR / Longsor Busungbiu Timbun Rumah Warga

Longsor Busungbiu Timbun Rumah Warga

Longsor Busungbiu Timbun Rumah Warga

Longsor Busungbiu Timbun Rumah Warga Bencana tanah longsor terjadi di wilayah Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali. Longsor di picu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam tanpa henti. Material berupa tanah, lumpur, dan bebatuan dari tebing perbukitan longsor dan menimbun rumah warga yang berada di bawahnya.

Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba sehingga mengejutkan warga sekitar. Suara gemuruh dari arah bukit menjadi tanda awal sebelum material longsor menghantam permukiman. Beruntung, sebagian warga berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum longsor menimbun rumah mereka.

Longsor Busungbiu Rumah Warga Tertimbun Material Tanah

Sedikitnya satu rumah warga di laporkan tertimbun material longsor. Dinding rumah bagian belakang roboh akibat tekanan tanah yang cukup besar. Perabotan rumah tangga, seperti lemari, kasur, dan peralatan dapur, ikut tertimbun lumpur setinggi hampir satu meter.

Pemilik rumah terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat karena bangunan di nilai tidak aman untuk di huni. Hingga saat ini, rumah tersebut masih tertutup material longsor dan membutuhkan alat berat untuk proses pembersihan secara menyeluruh. Longsor Busungbiu Timbun Rumah Warga Akibatnya, aktivitas warga sempat terhambat, termasuk distribusi kebutuhan pokok dan akses menuju fasilitas umum. Warga bersama aparat desa bergotong royong membersihkan jalan secara manual sambil menunggu bantuan alat berat dari pemerintah daerah.

Tidak Ada Korban Jiwa, Warga Sempat Panik

Dalam peristiwa longsor Busungbiu ini, tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun, kepanikan sempat terjadi karena longsor berlangsung saat sebagian warga masih beraktivitas di dalam rumah.

Beberapa warga mengaku mendengar suara retakan tanah sebelum longsor terjadi. Hal ini mendorong mereka untuk segera keluar rumah dan menjauh dari area rawan. Kesigapan warga di nilai menjadi faktor penting yang mencegah jatuhnya korban. Pemerintah desa bersama BPBD mengimbau warga yang tinggal di wilayah perbukitan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras turun dalam durasi lama. Warga diminta segera mengungsi sementara jika muncul tanda-tanda longsor.

Tanggap Darurat oleh Aparat dan Relawan

Aparat desa, BPBD Kabupaten Buleleng, serta relawan kebencanaan segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Langkah awal di fokuskan pada pendataan kerusakan, memastikan tidak ada korban tertimbun, serta mengamankan area sekitar longsoran.

Garis pembatas di pasang di lokasi rawan untuk mencegah warga mendekat. Petugas juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat kondisi tanah masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan. Selain menimbun rumah warga, material longsor juga menutup akses jalan desa yang menghubungkan beberapa banjar di Busungbiu. Tumpukan tanah dan batu membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas.

BACA JUGA : Loket RSUD Klungkung Terbakar Mendadak

Dugaan Penyebab Longsor Busungbiu

Longsor di Busungbiu di duga kuat di sebabkan oleh curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama. Struktur tanah yang labil, di tambah dengan kemiringan lereng yang curam, membuat daya ikat tanah melemah sehingga mudah longsor.

Selain faktor alam, kondisi drainase yang kurang optimal di sekitar perbukitan juga di duga memperparah situasi. Air hujan yang tidak tersalurkan dengan baik meresap ke dalam tanah dan meningkatkan tekanan pada lereng. Pemilik rumah terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. Bangunan tersebut untuk sementara dinyatakan tidak layak huni karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih basah dan rawan.

Warga Diminta Tetap Waspada

Pemerintah desa bersama BPBD mengimbau warga yang tinggal di daerah perbukitan dan lereng curam agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras turun dalam waktu lama. Warga di minta segera mengungsi sementara jika melihat tanda-tanda longsor seperti retakan tanah atau pohon miring.

Imbauan ini penting mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Langkah mitigasi di nilai sangat penting mengingat wilayah Busungbiu memiliki kontur perbukitan yang rawan bencana, terutama saat musim hujan.

Upaya Pembersihan dan Pemulihan

Proses pembersihan material longsor di rencanakan menggunakan alat berat agar lebih cepat dan efektif. Pemerintah daerah tengah mengoordinasikan pengiriman alat berat ke lokasi, mengingat volume material yang cukup besar.

Selain pembersihan, langkah pemulihan juga mencakup perbaikan rumah warga yang rusak serta normalisasi akses jalan desa. Bantuan logistik sementara di siapkan untuk warga terdampak, termasuk kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat. Warga Busungbiu berharap pemerintah dapat melakukan penanganan jangka panjang untuk mencegah longsor berulang. Upaya tersebut antara lain penguatan tebing, perbaikan sistem drainase, serta penanaman vegetasi di lereng rawan longsor.

Longsor Busungbiu Jadi Pengingat Kewaspadaan

Bencana longsor yang menimbun rumah warga di Busungbiu menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman alam. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampaknya cukup besar bagi warga terdampak.

Dengan penanganan cepat, koordinasi lintas pihak, serta kesadaran masyarakat akan potensi bencana, di harapkan risiko longsor di wilayah Busungbiu dapat di minimalkan ke depan. Pemerintah dan warga di harapkan terus bersinergi demi keselamatan bersama. Bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali. Longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah perbukitan sejak malam hingga pagi hari. Intensitas hujan yang tinggi membuat struktur tanah menjadi labil dan akhirnya runtuh, menimbun permukiman warga yang berada di bawah lereng.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *