Beranda / BALI INDONESIA / TPST Samtaku Ditutup, Sampah di Kawasan Sarbagita Mulai Meluap ke Pinggir Jalan

TPST Samtaku Ditutup, Sampah di Kawasan Sarbagita Mulai Meluap ke Pinggir Jalan

TPST Samtaku Ditutup, Sampah di Kawasan Sarbagita Mulai Meluap ke Pinggir Jalan

TPST Samtaku Ditutup, Sampah di Kawasan Sarbagita Mulai Meluap ke Pinggir Jalan Penutupan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Samtaku berdampak langsung terhadap pengelolaan sampah di kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan). Sejak operasional TPST tersebut di hentikan, tumpukan sampah mulai terlihat di sejumlah titik, bahkan meluap hingga ke pinggir jalan dan area permukiman warga.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat karena sampah yang tidak terangkut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

Sampah Menumpuk di Sejumlah Ruas Jalan

Pantauan di lapangan menunjukkan sampah rumah tangga dan sampah pasar mulai menumpuk di beberapa ruas jalan utama maupun jalan lingkungan. Bau menyengat mulai tercium, terutama pada siang hari, sehingga mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.

Beberapa tempat penampungan sementara (TPS) di laporkan penuh, sementara armada pengangkut kesulitan menyalurkan sampah ke lokasi pengolahan akhir akibat terbatasnya alternatif pasca-penutupan TPST Samtaku.

Dampak Terhadap Kebersihan dan Kesehatan

Melubernya sampah ke pinggir jalan tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan. Sampah yang menumpuk menjadi tempat berkembangnya lalat, tikus, dan berbagai penyakit.

Warga mengkhawatirkan munculnya gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia, jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama tanpa penanganan yang cepat dan efektif. TPST Samtaku Di tutup, Sampah di Kawasan Sarbagita Mulai Meluap ke Pinggir Jalan

BACA JUGA : Transformasi Desa Wisata: Jatiluwih Kini Manfaatkan Teknologi Blockchain untuk Tiket Masuk

TPST Keluhan Warga dan Pelaku Usaha

Sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait kondisi tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar sampah tidak terus menumpuk. Pelaku usaha, khususnya di sektor pariwisata dan kuliner, juga terdampak karena lingkungan yang kotor di nilai dapat menurunkan kenyamanan pelanggan.

Di kawasan wisata, tumpukan sampah dikhawatirkan mencoreng citra Bali sebagai destinasi wisata internasional.

Upaya Pemerintah Daerah

Pemerintah daerah di kawasan Sarbagita mengakui adanya dampak signifikan akibat penutupan TPST Samtaku. Sejumlah langkah darurat mulai di siapkan, termasuk optimalisasi TPS yang masih beroperasi, penambahan ritase pengangkutan sampah, serta koordinasi lintas kabupaten dan kota.

Pemerintah juga tengah mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang agar pengelolaan sampah tetap berjalan meski TPST Samtaku tidak beroperasi.

TPST Dorongan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Penutupan TPST Samtaku kembali menegaskan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber. Pemilahan sampah dari rumah tangga, penguatan bank sampah, serta pengolahan mandiri di tingkat desa di nilai menjadi solusi yang perlu segera di akselerasi.

Pengurangan sampah sejak dari hulu di harapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pengolahan skala besar.

TPST Peran Aktif Masyarakat Sangat Di butuhkan

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Warga di minta tidak membuang sampah sembarangan dan mulai memilah sampah organik serta anorganik.

Kesadaran bersama di nilai menjadi kunci agar krisis sampah tidak semakin meluas dan berdampak serius terhadap lingkungan.

Harapan Solusi Berkelanjutan

Situasi sampah yang meluap di kawasan Sarbagita menjadi peringatan penting bagi semua pihak. Di perlukan solusi berkelanjutan yang melibatkan Pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha agar persoalan sampah dapat di tangani secara menyeluruh.

Dengan langkah cepat dan kolaborasi yang kuat, di harapkan masalah sampah pasca-penutupan TPST Samtaku dapat segera teratasi dan tidak berlarut-larut.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *