Beranda / PERISTIWA / Memahami Upacara Ngaben Beserta Jenis dan Tata Caranya

Memahami Upacara Ngaben Beserta Jenis dan Tata Caranya

Memahami Upacara Ngaben Beserta Jenis dan Tata Caranya

Memahami Upacara Ngaben Beserta Jenis dan Tata Caranya . Indonesia dikenal sebagai negara. Yang kaya akan budaya dan tradisi unik. Salah satunya berasal dari Pulau Bali, di mana masyarakatnya yang mayoritas beragama Hindu memiliki berbagai upacara adat yang sarat makna. Di antara sekian banyak tradisi tersebut, Upacara Ngaben menjadi salah satu yang paling menonjol. Upacara ini bukan sekadar prosesi pemakaman biasa, melainkan sebuah ritual krusial yang berkaitan erat dengan kepercayaan spiritual masyarakat Hindu Bali.

Pengertian Upacara Ngaben

Secara harfiah, Upacara Ngaben merupakan prosesi pembakaran jenazah dalam tradisi Hindu Bali. Istilah Ngaben sendiri berasal dari kata ngabu yang berarti menjadi abu. Tujuan utama dari upacara ini adalah untuk mengembalikan unsur-unsur jasmani manusia. Yang dikenal sebagai Panca Maha Bhuta (tanah, air, api, udara, dan ether), kembali ke alam semesta.Selain itu, ritual ini bertujuan membantu roh (atma) mencapai alam yang lebih tinggi agar dapat bersatu kembali dengan Sang Pencipta. Bagi masyarakat Bali, Ngaben merupakan bentuk bakti dan tanggung jawab terakhir keluarga kepada anggota yang telah meninggal. Oleh karena itu, upacara ini memiliki makna spiritual yang sangat mendalam dan sakral.

Jenis-Jenis Upacara Ngaben

Pelaksanaan Upacara Ngaben ternyata memiliki beberapa variasi. Hal ini biasanya di sesuaikan dengan kondisi keluarga, aturan desa adat. Serta situasi tertentu. Berikut adalah beberapa jenis Ngaben yang umum di kenal:

  • Ngaben Sawa Wedana: Jenis ini di lakukan ketika jenazah masih utuh dan langsung di kremasi. Biasanya, prosesi ini di lakukan oleh keluarga yang sudah memiliki kesiapan secara mental maupun materi.

  • Ngaben Asti Wedana: Berbeda dengan sebelumnya, ritual ini di lakukan dengan cara mengubur jenazah terlebih dahulu. Setelah beberapa waktu, tulang-belulang di gali kembali untuk kemudian di proses dalam upacara aben.

  • Ngaben Swasta: Upacara ini di lakukan tanpa kehadiran jenazah secara fisik. Hal ini terjadi biasanya karena jenazah tidak di temukan. Seperti meninggal di laut atau di tempat yang sangat jauh.

  • Ngaben Ngelungah: Upacara khusus ini di peruntukkan bagi anak-anak yang belum tanggal giginya. Oleh sebab itu, tata caranya cenderung lebih sederhana di bandingkan Ngaben untuk orang dewasa.

  • Ngaben Massal: Ritual ini di lakukan secara bersama-sama oleh beberapa keluarga dalam satu desa adat. Tujuannya adalah untuk meringankan beban biaya serta mempererat rasa kebersamaan antarwarga masyarakat.

Tata Cara Pelaksanaan Upacara Ngaben

Dalam praktiknya, pelaksanaan Upacara Ngaben terdiri dari beberapa tahapan penting yang harus di lalui, antara lain:

  1. Persiapan: Tahap awal di mulai dengan keluarga mempersiapkan sarana upacara, seperti bade (menara jenazah), patung lembu sebagai wadah pembakaran, serta berbagai jenis sesajen.

  2. Upacara Pelepasan Sebelum prosesi di mulai. Jenazah dibersihkan dan didoakan sebagai simbol penyucian diri.

  3. Prosesi Pengusungan: Jenazah kemudian di usung. Menuju tempat pembakaran (setra) dengan di  iringi musik gamelan Baleganjur. Menariknya, pada titik-titik tertentu, bade akan di putar sebagai simbol memutus ikatan roh dengan dunia fana.

  4. Pembakaran Jenazah: Selanjutnya, jenazah di masukkan ke dalam wadah dan dibakar hingga menjadi abu. Prosesi ini melambangkan pelepasan unsur jasmani secara total.

  5. Penghanyutan Abu: Sebagai tahap akhir, abu jenazah di hanyutkan ke laut atau sungai suci. Hal ini di lakukan sebagai simbol pengembalian unsur kehidupan ke alam semesta.

Sebagai kesimpulan, Upacara Ngaben merupakan warisan budaya dan spiritual yang sangat berharga bagi masyarakat Bali. Melalui upacara ini, terlihat jelas bagaimana keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan tetap terjaga dengan harmonis. Pada akhirnya, memahami Upacara Ngaben tidak hanya menambah wawasan budaya kita, tetapi juga menumbuhkan rasa saling menghargai terhadap keberagaman tradisi yang ada di Indonesia.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *