Kebakaran Hanguskan 350 Kios Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati | Kabar Siang. Musibah kebakaran besar terjadi di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, dan menyebabkan ratusan kios pedagang ludes dilalap api. Insiden yang berlangsung pada siang hari itu menimbulkan kepanikan luas, mengingat pasar tersebut merupakan salah satu pusat distribusi bahan pangan utama bagi wilayah Jabodetabek. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari jarak jauh, sementara aktivitas jual beli terpaksa dihentikan total demi keselamatan.
Api Menyebar Cepat di Tengah Aktivitas Pasar
Kebakaran dilaporkan muncul ketika pasar masih dipenuhi aktivitas pedagang dan pekerja bongkar muat. Api awalnya terlihat dari salah satu deretan kios, lalu dengan cepat menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. Kondisi kios yang saling berdekatan serta banyaknya material mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan dalam waktu singkat. Beberapa pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangan, namun banyak yang terpaksa mundur karena panas dan asap yang semakin tebal. Kepanikan sempat terjadi saat sebagian orang berlarian mencari jalan keluar dari area pasar yang padat.
Ratusan Kios Pedagang Rata dengan Tanah
Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 350 kios pedagang hangus terbakar. Kios-kios tersebut sebagian besar menjual sayuran, buah-buahan, dan kebutuhan pangan lainnya. Banyak pedagang kehilangan seluruh stok dagangan serta peralatan usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka. Kerugian material diperkirakan sangat besar karena kebakaran terjadi saat kios masih penuh barang. Sebagian pedagang hanya mampu menyelamatkan barang pribadi dan dokumen penting. Suasana pascakebakaran dipenuhi kesedihan, dengan para pedagang terlihat terduduk lemas menatap sisa-sisa kios yang terbakar.
Proses Pemadaman Berlangsung Berjam-jam
Petugas pemadam kebakaran segera di kerahkan ke lokasi begitu laporan di terima. Puluhan personel dengan sejumlah unit mobil pemadam di turunkan untuk menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena luasnya area yang terbakar serta sulitnya akses menuju titik api di dalam pasar. Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kebakaran susulan. Aparat keamanan turut membantu mengamankan lokasi dan menjauhkan warga dari area berbahaya. Setelah api berhasil di kendalikan, garis pembatas di pasang di sekitar area terdampak.
Distribusi Pangan Sempat Terganggu
Sebagai pasar induk, Kramat Jati memiliki peran vital dalam rantai pasok pangan. Kebakaran ini berdampak pada distribusi bahan makanan ke sejumlah wilayah. Aktivitas bongkar muat sempat terhenti, dan beberapa jalur di stribusi di alihkan ke area lain yang masih aman. Pengelola pasar berupaya menata ulang aktivitas perdagangan agar pasokan pangan tetap berjalan. Namun, pemulihan penuh di perkirakan memerlukan waktu, terutama bagi pedagang yang kehilangan kios dan tidak memiliki tempat usaha alternatif.
Penyebab Kebakaran Masih Dalam Penyelidikan
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum di umumkan secara resmi. Aparat terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api dan faktor pemicu kejadian. Pemeriksaan akan mencakup kondisi instalasi listrik, tata letak kios, serta sistem pengamanan di area pasar. Hasil penyelidikan di harapkan dapat menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. Peningkatan standar keselamatan dan kesiapsiagaan kebakaran menjadi perhatian penting, mengingat padatnya aktivitas di pasar tradisional.
Harapan Pemulihan dan Bantuan untuk Pedagang
Para pedagang berharap adanya langkah cepat dari pemerintah dan pengelola pasar untuk membantu pemulihan pascakebakaran. Bantuan darurat, penyediaan tempat berjualan sementara, serta rencana pembangunan kembali kios menjadi harapan utama agar mereka bisa kembali beraktivitas. Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati menjadi pengingat akan pentingnya sistem keamanan yang memadai di pusat-pusat ekonomi rakyat. Dengan penanganan yang tepat dan dukungan berkelanjutan, para pedagang di harapkan mampu bangkit dan roda perekonomian pasar dapat kembali berputar secara normal.





