Banjir Bandang Terjang Mapolres Sitaro, Empat Polisi Terluka Banjir bandang menerjang Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, menyebabkan kepanikan dan kerusakan di lingkungan kantor kepolisian. Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat dalam durasi cukup lama. Akibat kejadian ini, empat anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Luapan Air dan Material Hantam Mapolres
Banjir bandang dipicu oleh meluapnya aliran sungai di sekitar Mapolres yang tidak mampu menampung debit air hujan. Air bercampur lumpur, batu, dan material kayu menerobos area kantor dengan arus deras. Sejumlah ruangan di Mapolres terendam, termasuk ruang pelayanan, halaman, serta area parkir. Beberapa fasilitas dan kendaraan dinas dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan air dan material bawaan banjir.
Banjir Bandang Empat Anggota Polisi Alami Luka
Empat anggota polisi mengalami luka saat berupaya menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang penting di dalam kantor. Luka yang di alami bervariasi, mulai dari luka ringan akibat terjatuh hingga benturan dengan material yang terbawa arus banjir. Para korban langsung di evakuasi dan mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat. Pihak kepolisian memastikan kondisi keempat anggota tersebut dalam keadaan sadar dan berangsur membaik. Banjir Bandang Terjang Mapolres Sitaro, Empat Polisi Terluka
BACA JUGA: Pemancing Hilang Terseret Arus Tukad Badung
Banjir Bandang Aktivitas Pelayanan Sempat Terganggu
Akibat banjir bandang ini, aktivitas pelayanan di Mapolres Sitaro sempat terganggu. Sejumlah ruangan tidak dapat di gunakan karena di penuhi lumpur dan genangan air. Pelayanan kepolisian kepada masyarakat di alihkan sementara ke lokasi yang lebih aman. Pihak Polres menyatakan tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik meskipun dalam kondisi darurat akibat bencana alam.
Banjir Bandang Upaya Penanganan dan Pembersihan
Pasca kejadian, personel kepolisian bersama BPBD, TNI, dan masyarakat setempat langsung melakukan pembersihan di lingkungan Mapolres. Lumpur dan material sisa banjir di bersihkan secara bertahap agar aktivitas kantor dapat kembali berjalan normal. Alat berat di kerahkan untuk membersihkan material besar yang menghalangi akses jalan dan halaman Mapolres.
Evaluasi dan Kesiapsiagaan Bencana
Pihak kepolisian menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap sistem mitigasi bencana di lingkungan Mapolres Sitaro. Langkah ini penting mengingat wilayah Kepulauan Sitaro termasuk daerah rawan bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan tinggi. Evaluasi mencakup penataan drainase, kesiapan personel, serta prosedur evakuasi darurat guna meminimalkan risiko di masa mendatang.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Aparat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. Curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir bandang dan tanah longsor, khususnya di wilayah dengan kontur berbukit. Masyarakat di minta segera melapor kepada pihak berwenang jika melihat tanda-tanda bahaya agar langkah antisipasi dapat di lakukan lebih cepat.
Komitmen Tetap Layani Masyarakat
Meski di terjang bencana, Polres Kepulauan Sitaro menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Penanganan dampak banjir di lakukan seiring dengan upaya memastikan pelayanan publik tetap berjalan. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama bagi fasilitas vital pelayanan Masyarakat.





