Beranda / BALI INDONESIA / Agenda Gubernur Bali 2026: Seminggu Ngantor & Blusukan

Agenda Gubernur Bali 2026: Seminggu Ngantor & Blusukan

Agenda Gubernur Bali 2026: Seminggu Ngantor & Blusukan

Agenda Gubernur Bali 2026: Seminggu Ngantor & Blusukan Memasuki tahun 2026, Gubernur Bali menegaskan komitmennya untuk menjalankan pola kepemimpinan yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satu agenda yang disiapkan adalah program “Seminggu Ngantor & Blusukan”, yakni kombinasi kerja administrasi pemerintahan dengan kunjungan langsung ke lapangan. Program ini dirancang agar kebijakan yang diambil pemerintah provinsi benar-benar berangkat dari kondisi nyata yang dihadapi masyarakat Bali.

Agenda Gubernur Bali Konsep Seminggu Ngantor

Agenda “seminggu ngantor” di maknai sebagai penguatan fungsi pemerintahan dari sisi perencanaan, evaluasi, dan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam periode ini, Gubernur Bali dij adwalkan memimpin rapat strategis, mengevaluasi program prioritas, serta memastikan target pembangunan berjalan sesuai rencana. Fokus utama di arahkan pada isu-isu krusial seperti pengendalian pariwisata, lingkungan hidup, infrastruktur, dan penguatan desa adat.

Blusukan ke Desa dan Kawasan Strategis

Beriringan dengan agenda ngantor, Gubernur Bali juga mengagendakan blusukan ke berbagai wilayah, mulai dari desa-desa adat, kawasan pertanian, sentra UMKM, hingga daerah wisata. Kegiatan blusukan bertujuan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung tanpa perantara. Dengan turun ke lapangan, gubernur dapat melihat secara nyata permasalahan seperti infrastruktur desa, irigasi, pengelolaan sampah, hingga dampak pariwisata terhadap kehidupan sosial masyarakat. Agenda Gubernur Bali 2026: Seminggu Ngantor & Blusukan

BACA JUGA : Waspada Angin Kencang 35 Knot di Perairan Bali

Menyentuh Isu Lingkungan dan Tata Ruang

Salah satu fokus utama blusukan tahun 2026 adalah isu lingkungan dan tata ruang. Gubernur Bali menaruh perhatian serius pada persoalan alih fungsi lahan, krisis air bersih, dan pengelolaan sampah. Melalui kunjungan lapangan, gubernur ingin memastikan kebijakan perlindungan lingkungan benar-benar di terapkan, bukan hanya tertulis di atas kertas. Dialog dengan masyarakat dan tokoh adat menjadi bagian penting dalam mencari solusi berkelanjutan.

Agenda Gubernur Bali Penguatan Desa Adat dan Budaya Lokal

Agenda blusukan juga di arahkan untuk memperkuat peran desa adat sebagai fondasi sosial budaya Bali. Gubernur Bali menilai desa adat memiliki peran strategis dalam menjaga identitas Bali di tengah arus globalisasi dan pariwisata massal. Dalam kunjungan ke desa-desa adat, gubernur akan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat adat, termasuk dukungan anggaran, regulasi, dan pelestarian tradisi serta upacara keagamaan.

Mendukung UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Selain desa adat, sektor UMKM menjadi sasaran penting dalam agenda blusukan. Gubernur Bali berencana mengunjungi sentra kerajinan, pasar rakyat, dan pelaku usaha kecil untuk melihat langsung tantangan yang mereka hadapi. Mulai dari akses permodalan, pemasaran, hingga persaingan dengan produk luar daerah menjadi topik utama dialog. Hasil blusukan di harapkan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan ekonomi kerakyatan di Bali.

Agenda Gubernur Bali Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintahan

Agenda “Seminggu Ngantor & Blusukan” juga di maksudkan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. Dengan membuka ruang komunikasi dua arah antara pemimpin dan masyarakat, pemerintah provinsi ingin membangun kepercayaan publik. Setiap temuan di lapangan akan di catat dan di tindaklanjuti melalui mekanisme birokrasi yang jelas, sehingga blusukan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Sinkronisasi Kebijakan dan Realita Lapangan

Salah satu tantangan pemerintahan daerah adalah kesenjangan antara kebijakan dan kondisi riil di lapangan. Melalui agenda ini, Gubernur Bali berupaya menyinkronkan perencanaan pembangunan dengan kebutuhan masyarakat. Program yang di anggap kurang relevan akan di evaluasi, sementara usulan dari masyarakat akan di pertimbangkan untuk di masukkan dalam agenda pembangunan daerah.

Harapan Masyarakat terhadap Agenda 2026

Masyarakat Bali menaruh harapan besar pada agenda kepemimpinan yang lebih membumi ini. Dengan kehadiran langsung gubernur di tengah masyarakat, di harapkan persoalan-persoalan yang selama ini lambat tertangani dapat segera mendapat perhatian. Agenda “Seminggu Ngantor & Blusukan” di harapkan menjadi simbol kepemimpinan yang responsif, tegas, dan berpihak pada kepentingan rakyat Bali secara berkelanjutan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *