Kemenpar Dorong Destinasi Wisata Tingkatkan Kesiapan Hadapi Lonjakan Kunjungan. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata di Indonesia untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan menjelang potensi lonjakan wisatawan. Imbauan ini di sampaikan sebagai langkah antisipatif menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat, baik wisatawan domestik maupun mancanegara, seiring pemulihan sektor pariwisata nasional. Peningkatan kunjungan wisatawan di nilai sebagai peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun di sisi lain, hal tersebut juga menuntut kesiapan destinasi agar mampu memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan. Kemenpar menekankan bahwa kesiapan tidak hanya soal jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas pengelolaan destinasi secara menyeluruh.
Fokus Peningkatan Infrastruktur dan Layanan Wisata
Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian Kemenpar adalah kesiapan infrastruktur pendukung pariwisata. Akses jalan menuju destinasi, ketersediaan transportasi umum, fasilitas parkir, hingga sarana sanitasi di nilai harus memenuhi standar kenyamanan dan kebersihan. Infrastruktur yang memadai di yakini dapat mengurangi potensi kemacetan, antrean panjang, serta keluhan wisatawan. Selain infrastruktur fisik, kualitas layanan juga menjadi fokus penting. Kemenpar mendorong pengelola destinasi untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya petugas lapangan dan pelaku usaha wisata. Pelayanan yang ramah, informatif, dan responsif di nilai mampu meningkatkan kepuasan wisatawan serta mendorong kunjungan ulang. Kemenpar juga menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan di destinasi wisata. Hal ini mencakup kesiapan petugas, rambu-rambu keselamatan, serta prosedur penanganan keadaan darurat. Dengan demikian, wisatawan dapat merasa lebih aman saat beraktivitas di lokasi wisata.
BACA LAINNYA : Pemprov Bali Hadir Bagi Warga Belum Beruntung | Dinas Sosial
Penguatan Kebersihan dan Pengelolaan Lingkungan Destinasi Wisata
Dalam imbauannya, Kemenpar turut menyoroti aspek kebersihan dan kelestarian lingkungan. Lonjakan wisatawan berpotensi meningkatkan volume sampah dan tekanan terhadap lingkungan sekitar destinasi. Oleh karena itu, pengelola di minta untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah serta menjaga kebersihan area wisata secara konsisten. Konsep pariwisata berkelanjutan terus di dorong agar destinasi tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga ramah lingkungan. Kemenpar mengajak pengelola dan masyarakat setempat untuk berkolaborasi menjaga alam dan budaya lokal agar tetap lestari. Pelibatan komunitas lokal di nilai penting karena mereka merupakan garda terdepan dalam menjaga citra destinasi. Edukasi kepada wisatawan juga menjadi bagian dari strategi ini. Imbauan untuk menjaga kebersihan, menghormati budaya lokal, dan mematuhi aturan destinasi perlu di sampaikan secara aktif melalui papan informasi maupun media digital.
Digitalisasi dan Promosi yang Lebih Terarah
Kemenpar menilai pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci dalam pengelolaan destinasi modern. Sistem tiket daring, informasi real-time terkait kepadatan pengunjung, hingga promosi melalui media sosial dapat membantu pengelola mengatur arus kunjungan dengan lebih baik. Digitalisasi juga memudahkan wisatawan dalam merencanakan perjalanan mereka. Promosi yang terarah dan berbasis data di nilai mampu menarik wisatawan sesuai dengan karakter destinasi. Dengan segmentasi yang tepat, destinasi dapat menghindari overkapasitas sekaligus menjaga kualitas pengalaman wisata. Kemenpar mendorong pengelola untuk aktif berinovasi dalam strategi promosi tanpa mengabaikan daya dukung lingkungan.
Kolaborasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci Destinasi Wisata
Kesiapan destinasi dalam menyambut lonjakan wisatawan tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kemenpar menegaskan bahwa sinergi semua pihak sangat di butuhkan agar pengelolaan pariwisata berjalan optimal. Dengan persiapan yang matang, lonjakan wisatawan di harapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Kemenpar optimistis, melalui pembenahan berkelanjutan, destinasi wisata Indonesia mampu bersaing dan menjadi pilihan utama wisatawan di tingkat global.


