RSUD Wangaya Perluas Layanan dengan Penambahan Ratusan Kamar Inap dan Rumah Duka. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya, Denpasar. Mengambil langkah strategis untuk mengatasi persoalan antrean pasien yang selama ini menjadi perhatian publik. Manajemen rumah sakit merencanakan penambahan sebanyak 400 kamar inap beserta pembangunan fasilitas rumah duka. Kebijakan ini di harapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pasien dan keluarga. Lonjakan jumlah kunjungan pasien, baik dari wilayah Denpasar maupun daerah sekitar, menjadi alasan utama di balik rencana pengembangan ini. RSUD Wangaya menilai bahwa peningkatan sarana dan prasarana merupakan solusi jangka panjang untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.
Penambahan Kamar Inap untuk Menekan Antrean Pasien RSUD Wangaya
Penambahan 400 kamar inap menjadi fokus utama dalam pengembangan RSUD Wangaya. Selama ini, keterbatasan ruang rawat inap kerap menyebabkan pasien harus menunggu lama sebelum mendapatkan kamar, terutama pada layanan rawat inap kelas tertentu. Dengan bertambahnya jumlah kamar, di harapkan proses penanganan pasien dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Manajemen RSUD Wangaya menjelaskan bahwa kamar inap yang akan di bangun di rancang dengan standar pelayanan kesehatan terkini. Setiap kamar di rencanakan memiliki fasilitas penunjang yang memadai, mulai dari sistem ventilasi yang baik, akses oksigen, hingga sarana pendukung kenyamanan pasien. Penambahan ini juga mempertimbangkan pembagian kelas perawatan agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, distribusi tenaga medis dan paramedis akan di sesuaikan dengan peningkatan kapasitas tersebut. Rumah sakit memastikan bahwa penambahan kamar tidak hanya bersifat fisik. Tetapi juga di imbangi dengan kesiapan sumber daya manusia agar kualitas pelayanan tetap terjaga.
BACA LAINNYA : Israel Berunding dengan 5 Negara untuk Terima Warga Gaza, Termasuk INDONESIA
Pembangunan Rumah Duka sebagai Layanan Pelengkap RSUD Wangaya
Selain kamar inap, RSUD Wangaya juga merencanakan pembangunan fasilitas rumah duka. Kehadiran rumah duka di nilai penting untuk memberikan pelayanan yang lebih manusiawi dan terintegrasi bagi keluarga pasien yang mengalami musibah. Selama ini, keterbatasan fasilitas semacam itu sering kali menyulitkan keluarga dalam mengurus jenazah secara layak dan tertib. Rumah duka yang akan di bangun di rancang sebagai ruang yang nyaman, tenang, dan menghormati nilai-nilai budaya serta keagamaan. Fasilitas ini nantinya dapat di gunakan untuk proses perawatan jenazah, tempat persemayaman sementara, hingga pendampingan administrasi yang di perlukan oleh keluarga. Dengan adanya rumah duka di lingkungan rumah sakit, proses pelayanan di harapkan menjadi lebih efisien. Keluarga tidak perlu lagi mencari fasilitas terpisah di luar rumah sakit, sehingga beban psikologis dan logistik dapat di kurangi.
Dampak Positif bagi Pelayanan Kesehatan di Denpasar
Rencana penambahan fasilitas ini di proyeksikan membawa dampak positif yang signifikan bagi pelayanan kesehatan di Kota Denpasar. Antrean pasien yang selama ini menjadi keluhan utama di harapkan dapat di tekan secara bertahap seiring bertambahnya kapasitas rawat inap. Pasien dapat memperoleh layanan lebih cepat, sementara tenaga medis dapat bekerja dengan sistem yang lebih tertata. Pemerintah daerah mendukung penuh pengembangan RSUD Wangaya sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama. Investasi pada infrastruktur kesehatan di anggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sistem pelayanan kesehatan daerah. RSUD Wangaya menegaskan bahwa pengembangan ini bukan hanya proyek fisik semata, melainkan bagian dari transformasi layanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan pasien. Dengan penambahan 400 kamar inap dan fasilitas rumah duka, rumah sakit optimistis mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, humanis, dan berkelanjutan bagi masyarakat Bali.





