Pertamina Tambah Pasokan LPG di Bali NTB Pertamina resmi menambah pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah ini di ambil sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan LPG, terutama menjelang musim liburan dan puncak kunjungan wisatawan yang kerap terjadi di kedua provinsi tersebut. Penambahan pasokan di harapkan bisa menstabilkan ketersediaan elpiji di pangkalan dan agen distribusi sehingga kebutuhan rumah tangga, industri kecil, hingga sektor pariwisata dapat terpenuhi secara optimal.
Langkah strategis Pertamina tersebut juga menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan LPG yang berpotensi terjadi saat mobilitas penduduk meningkat.
Lonjakan Permintaan di Bali dan NTB
Bali dan NTB merupakan dua wilayah yang secara historis mengalami lonjakan permintaan LPG pada momen tertentu, seperti libur panjang, hari besar nasional, dan musim puncak pariwisata. Bali, dengan daya tarik wisatanya yang besar, sering menjadi titik lonjakan konsumsi energi sekaligus LPG bersubsidi maupun non-subsidi.
NTB, khususnya Lombok dan Sumbawa, juga mengamati peningkatan kebutuhan LPG seiring pertumbuhan ekonomi lokal dan aktivitas pariwisata yang terus berkembang. Konsumsi di sektor rumah tangga dan UMKM turut memberikan tekanan terhadap stok LPG yang tersedia.
Pertamina Penambahan Persediaan dan Distribusi
Manajemen Pertamina menyampaikan bahwa penambahan pasokan LPG dilakukan dengan memperluas jangkauan distribusi melalui peningkatan frekuensi pengiriman dari terminal penyimpanan dan pangkalan di masing-masing wilayah. Pertamina memprioritaskan pengiriman ke daerah-daerah yang secara historis mencatat permintaan tinggi atau kekurangan pasokan.
Selain itu, perusahaan juga menambah jumlah tangki dan armada distribusi guna memastikan kelancaran aliran LPG ke agen dan pengecer. Penyesuaian jadwal distribusi ini di lakukan agar stok di pangkalan bisa di penuhi lebih cepat dan merata. Pertamina Tambah Pasokan LPG di Bali NTB
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Dalam prosesnya, Pertamina melakukan koordinasi erat dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Bali dan NTB. Pembicaraan mencakup prediksi kebutuhan, jalur distribusi, serta antisipasi lonjakan permintaan yang di perkirakan terjadi dalam waktu dekat.
Pemerintah daerah turut memberi dukungan dengan memfasilitasi komunikasi antara pangkalan dengan instansi terkait dan memastikan tidak terjadi hambatan operasional di lapangan. Kerja sama ini menjadi kunci agar pasokan LPG berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Seiring dengan penambahan pasokan, Pertamina juga memastikan bahwa harga LPG di pangkalan tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan tidak wajar. Hal ini penting demi melindungi konsumen dari praktik spekulatif dan menjaga daya beli terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
BACA JUGA : Kapal Induk AS Bergerak ke Timur Tengah
Pertamina Fokus pada LPG Bersubsidi
Salah satu perhatian utama dalam penambahan pasokan adalah ketersediaan LPG bersubsidi 3 kg. Produk ini merupakan kebutuhan dasar bagi banyak rumah tangga kurang mampu dan UMKM kecil. Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga agar distribusi LPG bersubsidi tetap tepat sasaran dan tidak mengalami kelangkaan.
Sistem distribusi LPG bersubsidi di awasi ketat agar stok barang tetap stabil di seluruh pangkalan. Selain itu, Pertamina mendorong penggunaan teknologi digital untuk memantau ketersediaan di titik distribusi dan mengantisipasi kekosongan stok.
Penyaluran Non-Subsidi dan Premiumisasi Energi
Selain LPG bersubsidi, pasokan LPG non-subsidi (seperti LPG 12 kg dan 50 kg) juga di tambah sebagai bagian dari upaya meningkatkan di versifikasi energi. Produk non-subsidi ini banyak di gunakan oleh sektor usaha, hotel, restoran, dan industri ringan yang membutuhkan pasokan energi lebih besar dan stabil.
Pertamina mendorong penggunaan LPG non-subsidi sebagai bagian dari premiumisasi energi, yakni langkah transisi dari energi berbasis kayu atau minyak tanah ke LPG yang lebih bersih dan efisien. Pemerintah daerah bersama dengan Pertamina melakukan pengawasan harga di pangkalan setiap periode tertentu. Jika di temukan ketidakwajaran harga, pihak terkait akan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.
Tantangan Logistik dan Mitigasi Risiko
Distribusi LPG di kawasan kepulauan seperti Bali dan NTB memiliki tantangan logistik yang unik, antara lain keterbatasan akses pelabuhan, cuaca laut yang berubah-ubah, hingga kendala transportasi darat di wilayah pegunungan. Pertamina menyiapkan mitigasi risiko dengan memperkuat cadangan di titik strategis dan menyiapkan rute alternatif jika di perlukan.
Kesiapsiagaan logistik ini di nilai penting untuk memastikan pasokan LPG tetap berjalan lancar meskipun kondisi cuaca buruk atau terjadi lonjakan permintaan secara mendadak. Pertamina tidak hanya fokus pada pasokan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan LPG yang aman dan efisien. Program edukasi ini mencakup cara penyimpanan yang benar, pemilihan regulator yang sesuai, serta langkah-langkah pencegahan kebocoran dan kebakaran.
Harapan Pertamina Pengguna dan Upaya Berkelanjutan
Penambahan pasokan LPG di Bali dan NTB di sambut baik oleh berbagai pihak, termasuk konsumen rumah tangga, UMKM, hingga pelaku usaha pariwisata. Harapan mereka adalah pasokan tetap stabil, harga terjangkau, dan distribusi merata hingga pelosok wilayah.
Pertamina berkomitmen melanjutkan upaya ini secara berkelanjutan. Memperbaiki sistem distribusi. serta terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk menjaga ketersediaan energi di wilayah Bali dan NTB. Edukasi di lakukan melalui media sosial, leaflets di pangkalan. Dan kerja sama dengan organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat luas.





