Gubernur Koster Pertegas Desa Adat Harus Jadi Prioritas Utama di Bali Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan desa adat sebagai prioritas utama dalam pembangunan Bali. Penegasan ini sejalan dengan visi pembangunan Bali berbasis kearifan lokal yang menempatkan adat, budaya, dan tradisi sebagai landasan utama. Menurut Koster, desa adat bukan hanya struktur sosial warisan leluhur, melainkan fondasi penting yang menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian budaya, dan kelestarian lingkungan.
Penjaga Identitas dan Kearifan Lokal
Desa adat memiliki peran strategis dalam menjaga identitas Bali di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi. Koster menilai desa adat menjadi benteng utama pelestarian nilai-nilai luhur Bali, seperti filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Tanpa penguatan desa adat, Bali berisiko kehilangan jati diri dan karakter budayanya yang menjadi daya tarik utama di mata dunia.
Penguatan Regulasi dan Dukungan Anggaran
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat perlindungan hukum bagi desa adat melalui regulasi daerah. Berbagai kebijakan telah di terbitkan untuk memperjelas kedudukan, kewenangan, serta peran desa adat dalam sistem pemerintahan dan pembangunan daerah. Selain itu, dukungan anggaran rutin di berikan untuk operasional desa adat, pelaksanaan upacara keagamaan, hingga penguatan kelembagaan. Koster menegaskan bahwa dukungan ini merupakan investasi jangka panjang demi keberlanjutan sosial dan budaya Bali.
Desa Adat dalam Pengelolaan Pariwisata
Gubernur Koster juga menyoroti pentingnya peran desa adat dalam tata kelola pariwisata Bali. Ia menegaskan bahwa desa adat harus menjadi subjek utama, bukan sekadar penonton, dalam pengembangan pariwisata di wilayahnya. Dengan keterlibatan desa adat, pariwisata di harapkan berkembang secara lebih tertib, beretika, dan berkelanjutan. Desa adat di nilai mampu mengontrol aktivitas pariwisata agar tidak melanggar nilai budaya, norma sosial, serta kelestarian lingkungan. Gubernur Koster Pertegas Desa Adat Harus Jadi Prioritas Utama di Bali
BACA JUGA : Overtourism di Bali Selatan: Pemprov Bali Kaji Pengetatan Izin Pembangunan Hotel Baru
Gubernur Koster Menjaga Ketertiban dan Harmoni Sosial
Selain budaya dan pariwisata, desa adat juga berperan penting dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat. Melalui aturan adat seperti awig-awig dan pararem, desa adat mampu menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara musyawarah dan berkeadilan. Koster menilai sistem ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas sosial di Bali dan menjadi kekuatan lokal yang harus terus di pertahankan dan di perkuat.
Gubernur Koster Pembangunan Bali Berbasis Desa Adat
Ke depan, Gubernur Koster menegaskan seluruh kebijakan pembangunan di Bali harus selaras dan berpihak pada desa adat. Setiap pembangunan infrastruktur, investasi, hingga kebijakan ekonomi wajib menghormati nilai adat dan kewenangan desa adat setempat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah dan pelaku usaha, untuk bersinergi memperkuat desa adat sebagai pilar utama pembangunan Bali.
Dengan menempatkan desa adat sebagai prioritas utama, Koster optimistis Bali dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa kehilangan jati dirinya. Desa adat diyakini menjadi kunci masa depan Bali yang berdaulat secara budaya, kuat secara Sosial, dan berdaya saing secara ekonomi.





