Beranda / POLITIK / Debt Collector Tewas Usai Dikeroyok di Kalibata, Enam Oknum Polisi Ditetapkan Tersangka

Debt Collector Tewas Usai Dikeroyok di Kalibata, Enam Oknum Polisi Ditetapkan Tersangka

Debt Collector Tewas Usai Dikeroyok di Kalibata, Enam Oknum Polisi Ditetapkan Tersangka. Sebuah insiden tragis terjadi pada Kamis, 11 Desember 2025, di area parkir depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Seorang debt collector atau mata elang tewas setelah di keroyok oleh enam anggota Polri aktif. Berdasarkan penyelidikan, insiden bermula ketika korban dan seorang anggota polisi bersitegang soal penggunaan jalan dan hak parkir. Ketegangan yang awalnya berupa adu mulut meningkat menjadi aksi kekerasan bersama yang dilakukan para anggota polisi terhadap korban.

Menurut saksi mata, korban sempat mencoba menghindar, namun di kejar dan di pukul berulang kali. “Mereka terlihat marah dan memukuli korban dengan tangan dan benda di sekitar lokasi,” ujar seorang pedagang yang berada dekat lokasi kejadian. Aksi ini berlangsung beberapa menit hingga beberapa warga mencoba melerai.

Korban dan Dampak Kekerasan

Korban pertama, MET (41), meninggal di tempat akibat luka parah di kepala dan tubuh. Sementara korban kedua, NAT (32), sempat di larikan ke rumah sakit namun tidak tertolong karena kondisi kritis. Kedua korban di kenal sebagai debt collector yang rutin melakukan patroli menagih piutang di kawasan Jakarta Selatan. Insiden ini memicu keprihatinan publik karena korban menjalankan pekerjaan sehari-hari mereka dan menjadi korban kekerasan yang tidak seharusnya terjadi.

Identitas Tersangka dan Status Hukum

Polda Metro Jaya menetapkan enam anggota polisi aktif sebagai tersangka, yakni JLA, RGW, IAB, IAM, BN, dan AN, semuanya bertugas di unit Yanma Mabes Polri. Penyidik menilai ada unsur kekerasan bersama yang menyebabkan kematian, sehingga para tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat (3) KUHP.

Selain proses pidana, keenam oknum polisi juga akan menjalani sidang etik internal Polri, dengan kemungkinan sanksi mulai dari teguran, penempatan khusus, hingga pemberhentian tidak dengan hormat. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan profesional, tanpa pandang bulu.

Kericuhan dan Dampak Sekitar Lokasi

Insiden ini memicu kericuhan di sekitar TMP Kalibata, termasuk perusakan fasilitas publik, kios pedagang, dan beberapa kendaraan warga. Aparat kepolisian segera turun tangan untuk mengendalikan situasi, sehingga kondisi di lokasi dapat kembali stabil. Kejadian ini membuat warga sekitar dan pengunjung TMP merasa khawatir terhadap keamanan publik.

Respons Publik dan Kepolisian

Kasus pengeroyokan ini menjadi sorotan luas media dan organisasi masyarakat sipil. Publik menekankan pentingnya akuntabilitas aparat, karena tindakan oknum polisi bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Polda Metro Jaya menyatakan komitmennya untuk menegakkan hukum dengan adil dan transparan, memastikan keadilan bagi korban sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya menegaskan, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Aparat yang melanggar hukum akan di proses sesuai mekanisme pidana dan etik, tanpa perlakuan istimewa.

Pesan Kepada Masyarakat

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menyerahkan penanganan kasus kepada proses hukum, agar tidak menimbulkan spekulasi maupun tindakan main hakim sendiri. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang batas wewenang aparat dan hak warga negara, sekaligus menunjukkan pentingnya disiplin dan etika profesi bagi aparat penegak hukum.

Insiden ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada keamanan publik dan kepercayaan masyarakat. Penanganan serius Polda Metro Jaya di harapkan menjadi contoh transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas, sekaligus memberikan efek jera bagi aparat yang melanggar hukum.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *