Bupati Bangli Tepis Isu Minta Kompensasi Sampah Rp200 Miliar Isu terkait permintaan kompensasi sampah senilai Rp200 miliar oleh Pemerintah Kabupaten Bangli belakangan ramai di perbincangkan di tengah masyarakat. Kabar tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam spekulasi, terutama terkait pengelolaan sampah regional yang melibatkan beberapa daerah di Bali.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bangli secara tegas membantah isu yang di nilai tidak sesuai dengan fakta dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di publik.
Bupati Bangli Berikan Klarifikasi Tegas
Bupati Bangli menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta kompensasi sampah dengan nominal Rp200 miliar kepada pihak mana pun. Ia menyebut informasi tersebut keliru dan tidak berdasar, serta berpotensi mencederai semangat kerja sama antar daerah dalam mengelola persoalan lingkungan.
Menurutnya, komunikasi yang selama ini di lakukan oleh Pemkab Bangli lebih menitikberatkan pada upaya mencari solusi bersama, bukan menuntut kompensasi finansial dalam jumlah besar. Ke depan, Pemkab Bangli berkomitmen terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah demi menjaga kelestarian lingkungan serta kenyamanan masyarakat Bali secara keseluruhan.
Fokus pada Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Bupati menjelaskan bahwa Pemkab Bangli justru fokus pada penguatan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Tantangan sampah, khususnya yang bersifat lintas wilayah, membutuhkan pendekatan kolaboratif dan kebijakan jangka panjang, bukan sekadar pembahasan kompensasi.
Ia menekankan pentingnya pengurangan sampah dari sumber, optimalisasi pengelolaan di tingkat desa, serta pemanfaatan teknologi pengolahan sampah yang lebih modern.
Siap Berkolaborasi Bupati Bangli dengan Daerah Lain
Dalam klarifikasinya, Bupati Bangli menegaskan bahwa daerahnya terbuka untuk berkolaborasi dengan kabupaten/kota lain di Bali. Kerja sama antardaerah di nilai menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah yang semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk dan pariwisata.
Menurutnya, Bangli tidak ingin menjadi daerah yang hanya menanggung dampak, namun juga siap berkontribusi aktif dalam solusi bersama yang adil dan berimbang.
Bupati Bangli Pentingnya Komunikasi yang Sehat
Bupati juga menyoroti pentingnya komunikasi yang sehat dan transparan antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta masyarakat. Ia mengingatkan agar setiap informasi yang beredar dapat di verifikasi terlebih dahulu sebelum di sebarluaskan, guna menghindari kesalahpahaman dan polemik yang tidak perlu.
Isu sensitif seperti pengelolaan sampah, kata dia, seharusnya di bahas secara terbuka dan berbasis data, bukan asumsi atau rumor.
BACA JUGA : Kakek dan Cucu Jatuh ke Tukad Unda, Warga Berhasil Lakukan Penyelamatan
Pemkab Bangli Dorong Edukasi dan Kesadaran Publik
Selain penguatan infrastruktur, Pemkab Bangli juga terus mendorong edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah. Kesadaran publik di nilai memiliki peran besar dalam mengurangi beban pengolahan di tingkat akhir.
Program pemilahan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pengelolaan berbasis komunitas menjadi beberapa langkah yang terus di dorong oleh pemerintah daerah.
Dukungan terhadap Kebijakan Provinsi
Bupati Bangli menegaskan dukungannya terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam menangani persoalan sampah secara menyeluruh. Ia menilai kebijakan tingkat provinsi penting untuk menyatukan visi dan langkah seluruh kabupaten/kota.
Namun demikian, ia berharap setiap kebijakan tetap mempertimbangkan kondisi dan kapasitas masing-masing daerah agar pelaksanaannya berjalan efektif.
Sampah Perlu Disikapi Bijak
Lebih lanjut, Bupati mengajak semua pihak untuk menyikapi isu sampah secara bijak dan proporsional. Menurutnya, polemik yang di bangun di ruang publik tanpa dasar yang kuat justru dapat menghambat upaya penyelesaian masalah.
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen bekerja untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan, bukan kepentingan tertentu. Menanggapi hal tersebut. Bupati Bangli secara tegas membantah isu yang di nilai tidak sesuai dengan fakta dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di publik.
Harapan ke Depan
Dengan klarifikasi ini, Bupati Bangli berharap isu mengenai permintaan kompensasi sampah Rp200 miliar tidak lagi menjadi polemik. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung langkah konkret dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Ke depan, Pemkab Bangli berkomitmen terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah demi menjaga kelestarian lingkungan serta kenyamanan masyarakat Bali secara keseluruhan.





