Bali Berlakukan ‘Tourist Levy’ Lebih Ketat, Petugas Gabungan Sisir Objek Wisata Populer Pemerintah Provinsi Bali mulai memperketat penerapan tourist levy atau pungutan wisatawan asing di berbagai objek wisata populer. Kebijakan ini di iringi dengan pengawasan lapangan yang lebih intensif melalui patroli dan pemeriksaan oleh petugas gabungan. Langkah tersebut di ambil untuk memastikan seluruh wisatawan mancanegara memenuhi kewajiban pembayaran kontribusi pariwisata sesuai ketentuan yang berlaku.
Penerapan lebih ketat ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penataan pariwisata Bali agar lebih tertib dan berkelanjutan.
Petugas Gabungan Diterjunkan ke Lapangan
Petugas gabungan yang terdiri dari dinas pariwisata, Satpol PP, aparat desa adat, serta unsur kepolisian mulai menyisir sejumlah destinasi wisata favorit. Pantai, pura, kawasan wisata alam, hingga pusat keramaian wisatawan menjadi fokus pengawasan.
Petugas melakukan pengecekan terhadap bukti pembayaran tourist levy, sekaligus memberikan edukasi langsung kepada wisatawan yang belum memahami aturan tersebut.
Tujuan Pungutan untuk Pelestarian Bali
Tourist levy di berlakukan sebagai kontribusi wisatawan asing dalam mendukung pelestarian budaya, lingkungan, dan infrastruktur pariwisata Bali. Dana yang terkumpul di rencanakan di gunakan untuk perawatan destinasi wisata, pengelolaan sampah, pelestarian adat dan budaya, serta penguatan sistem pariwisata berkelanjutan.
Pemerintah menegaskan bahwa pungutan ini bukan sekadar penarikan biaya, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan pariwisata Bali. Bali Berlakukan ‘Tourist Levy’ Lebih Ketat, Petugas Gabungan Sisir Objek Wisata Populer
BACA JUGA: Satpol PP Bali Tertibkan PKL di Trotoar Kuta: “Kembalikan Estetika Pariwisata Dunia”
Bali Berlakukan ‘Tourist Levy Masih Ditemukan Wisatawan Belum Membayar
Dalam pengawasan awal, petugas masih menemukan wisatawan mancanegara yang belum melakukan pembayaran tourist levy. Sebagian di antaranya mengaku belum mengetahui adanya kebijakan tersebut, sementara lainnya belum memahami mekanisme pembayarannya.
Petugas kemudian memberikan penjelasan dan mengarahkan wisatawan untuk segera melakukan pembayaran melalui sistem yang telah di sediakan.
Pendekatan Humanis dan Edukatif
Pemerintah menegaskan bahwa pengetatan penerapan tourist levy di lakukan dengan pendekatan humanis. Petugas tidak langsung memberikan sanksi, melainkan mengutamakan edukasi dan sosialisasi kepada wisatawan.
Pendekatan ini di nilai penting agar wisatawan memahami tujuan pungutan dan tidak merasa di rugikan selama berlibur di Bali.
Dukungan Pelaku Pariwisata
Pelaku usaha pariwisata, termasuk pengelola hotel dan objek wisata, menyatakan dukungan terhadap kebijakan ini. Mereka menilai tourist levy dapat menjadi solusi untuk menjaga kualitas destinasi wisata dan meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Namun demikian, pelaku usaha berharap sosialisasi terus di tingkatkan agar wisatawan memperoleh informasi sejak awal kedatangan.
Bali Berlakukan ‘Tourist Levy Respons Wisatawan Mancanegara
Sebagian wisatawan mancanegara menyambut baik penerapan tourist levy, terutama setelah memahami bahwa dana tersebut di gunakan untuk pelestarian Bali. Mereka menilai kontribusi tersebut wajar selama di kelola secara transparan dan memberikan manfaat nyata.
Kejelasan informasi dan kemudahan pembayaran menjadi hal yang paling di harapkan oleh wisatawan.
Bali Berlakukan ‘Tourist Levy Menuju Pariwisata yang Lebih Tertib
Pemerintah Provinsi Bali berharap pengetatan penerapan tourist levy dapat mendorong pariwisata yang lebih tertib dan bertanggung jawab. Pengawasan yang konsisten di nilai penting agar kebijakan ini berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku pariwisata, dan wisatawan, Bali di harapkan mampu menjaga keseimbangan antara kunjungan wisata dan pelestarian Alam serta budaya yang menjadi daya tarik utamanya.





