Jangan Anggap Remeh! Varises Bukan Sekadar Masalah Kosmetik. Seringkali, ketika kita melihat urat-urat biru atau ungu yang menonjol, berkelok-kelok, dan bengkak di area kaki, pikiran pertama yang muncul adalah masalah estetika. Banyak orang merasa terganggu dengan varises hanya karena alasan penampilan, merasa kurang percaya diri saat mengenakan pakaian tertentu. Akibatnya, varises kerap dianggap sebagai masalah sepele yang tidak memerlukan penanganan medis segera.
Namun, anggapan ini adalah kesalahan fatal. Di balik tampilan kaki yang tampak “berurat,” tersembunyi bom waktu kesehatan yang serius. Para ahli medis memperingatkan bahwa jika tidak ditangani dengan tepat, varises dapat memicu komplikasi berbahaya, mulai dari luka yang tak kunjung sembuh hingga kematian mendadak akibat penyumbatan pembuluh darah di paru-paru.
Kegagalan Mekanisme Katup Vena
Untuk memahami mengapa varises berbahaya, kita perlu memahami apa yang terjadi di dalam tubuh. Varises bukan sekadar pembuluh darah yang melebar; ini adalah manifestasi fisik dari kerusakan sistem sirkulasi. Kondisi ini menandakan adanya masalah pada katup vena.
Secara fisiologis, vena bertugas mengalirkan darah kotor kembali ke jantung. Di dalam vena kaki, terdapat katup-katup kecil yang berfungsi menahan darah agar tidak turun kembali ke bawah karena gravitasi. Pada penderita varises, katup ini melemah atau rusak. Akibatnya, terjadi arus balik (refluks); darah yang seharusnya naik ke jantung justru mengalir balik dan menumpuk di kaki. Penumpukan inilah yang menyebabkan tekanan tinggi terus-menerus, membuat pembuluh darah membesar, dan memicu serangkaian komplikasi mematikan.
Ancaman Luka Kronis dan Kerusakan Kulit
Dampak pertama dari tekanan darah tinggi yang persisten di dalam vena kaki adalah kerusakan jaringan kulit. Cairan dan sel darah dapat merembes keluar dari pembuluh darah menuju jaringan di sekitar pergelangan kaki. Kondisi ini membuat kulit menjadi sangat rapuh dan rentan.
Dampaknya adalah terbentuknya Ulkus Vena Ini adalah luka terbuka kronis yang sangat sulit atau lambat untuk sembuh. Karena sirkulasi darah yang buruk, nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka tidak sampai ke area tersebut. Ulkus vena tidak hanya menyakitkan dan mengganggu aktivitas harian, tetapi juga sangat rentan mengalami infeksi berat yang bisa menyebar.
Selain luka, penderita juga kerap mengalami perubahan kulit yang signifikan. Kulit di area kaki, terutama pergelangan, bisa berubah warna menjadi gelap atau kecokelatan (hiperpigmentasi). Hal ini sering disertai peradangan kronis yang membuat kulit merah, bersisik, dan gatal. Ini adalah tanda “lampu merah” bahwa pembuluh darah di bawah permukaan kulit sudah mengalami kerusakan parah.
Bahaya Trombosis dan Emboli Paru
Komplikasi yang paling menakutkan dari varises adalah hubungannya dengan penggumpalan darah. Darah yang mengalir lambat dan menumpuk di vena kaki sangat mudah menggumpal. Kondisi ini dikenal sebagai Deep Vein Thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam. Penderita DVT biasanya merasakan nyeri hebat dan pembengkakan ekstrem pada kaki.
Namun, bahaya sesungguhnya mengintai jika gumpalan darah tersebut terlepas. Gumpalan dari kaki dapat mengalir mengikuti aliran darah dan tersangkut di paru-paru. Kondisi inilah yang disebut Emboli Paru (Pulmonary Embolism/PE).
Emboli paru adalah keadaan darurat medis yang fatal. Gumpalan darah menghalangi aliran darah ke paru-paru, menyebabkan sesak napas akut, nyeri dada mendadak, dan penurunan kadar oksigen drastis. Jika tidak ditangani dalam hitungan menit, emboli paru berpotensi besar menyebabkan kematian mendadak. Inilah alasan mengapa varises tidak boleh dianggap enteng.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Masyarakat di imbau untuk tidak menunggu hingga kaki bengkak parah untuk mencari pertolongan. Ada beberapa gejala awal yang harus di waspadai sebagai tanda varises mulai menimbulkan komplikasi:
-
Rasa Berat dan Nyeri Kronis: Kaki terasa pegal, sakit, atau kram yang tidak wajar, terutama setelah berdiri atau duduk dalam waktu lama.
-
Pembengkakan Menetap: Kaki atau pergelangan kaki bengkak dan tidak kempes meskipun sudah di istirahatkan.
-
Luka Terbuka: Munculnya luka (ulkus) di sekitar mata kaki yang tak kunjung rapat.
-
Perubahan Warna dan Radang: Kemerahan mendadak yang di sertai nyeri lokal (tanda phlebitis) atau kulit yang mengeras dan menghitam.
Penanganan Modern dan Konsultasi Ahli
Kabar baiknya, dunia kedokteran vaskular telah berkembang pesat. Penanganan varises kini tidak melulu soal operasi bedah terbuka yang menyakitkan. Prosedur minimal invasif seperti Endovenous Laser Ablation (EVLA) atau Radiofrequency Ablation (RFA) kini menjadi standar emas. Metode ini bekerja dengan menutup vena yang rusak menggunakan energi panas, sehingga aliran darah secara alami akan di alihkan ke vena lain yang masih sehat.
Namun, diagnosis yang tepat adalah kunci. Mengingat kompleksitas sistem pembuluh darah, pasien di sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter yang memiliki kompetensi spesifik. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dengan Subspesialisasi Kedokteran Vaskular adalah ahli yang paling tepat untuk menangani kasus ini.
Melalui pemeriksaan fisik dan penunjang seperti USG Doppler, dokter dapat memetakan aliran darah dan menentukan tingkat kerusakan katup, untuk kemudian merancang penanganan yang komprehensif sebelum komplikasi mematikan terjadi.


