Banjir Rendam Jempong Baru Setinggi Paha Kawasan Jempong Baru kembali di landa banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Air menggenangi permukiman warga dengan ketinggian mencapai paha orang dewasa. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh dan memaksa sebagian keluarga bertahan di dalam rumah sambil menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Banjir mulai masuk ke rumah warga sejak sore hari. Dalam waktu singkat, air naik dengan cepat dan merendam jalan lingkungan, halaman rumah, hingga ruang tamu. Warga mengaku tidak sempat mengantisipasi karena intensitas hujan yang turun tergolong tinggi dan berlangsung cukup lama.
Jalan Lingkungan Tak Bisa Dilalui Kendaraan
Genangan air setinggi paha menyebabkan sejumlah ruas jalan di Jempong Baru tidak dapat di lalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Beberapa pengendara terpaksa memutar arah, sementara warga memilih berjalan kaki menembus air demi memenuhi kebutuhan mendesak.
Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling terdampak. Banyak dari mereka harus di evakuasi ke rumah kerabat yang berada di lokasi lebih tinggi.
Warga Keluhkan Drainase Tak Berfungsi Optimal
Warga Jempong Baru menilai banjir kali ini di picu oleh buruknya sistem drainase di kawasan tersebut. Saluran air yang sempit dan di penuhi sedimentasi membuat air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar. Akibatnya, air meluap dan menggenangi permukiman.
“Setiap hujan deras pasti banjir. Saluran air sering tersumbat, dan belum ada perbaikan serius,” keluh salah seorang warga. Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah saat musim hujan tiba.
Banjir Rendam Jempong Baru Aktivitas Warga Lumpuh Sementara
Banjir tidak hanya merendam rumah, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi warga. Sejumlah pedagang kecil terpaksa menutup usahanya karena barang dagangan terendam air. Beberapa warga yang bekerja di sektor informal juga tidak dapat beraktivitas seperti biasa.
Sekolah dan tempat ibadah di sekitar lokasi terdampak turut mengalami genangan ringan hingga sedang. Meski tidak sampai menghentikan seluruh kegiatan, kondisi ini membuat aktivitas berjalan tidak normal dan membutuhkan penyesuaian. Banjir Rendam Jempong Baru Setinggi Paha
BACA JUGA : ITDC Ubah Air Laut Jadi Air Bersih untuk Hotel
Petugas Turun Lakukan Pemantauan
Aparat kelurahan bersama petugas terkait turun ke lokasi untuk memantau kondisi banjir. Mereka melakukan pendataan rumah terdampak serta membantu warga yang membutuhkan pertolongan. Petugas juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan naiknya air jika hujan kembali turun.
Selain itu, petugas mengingatkan warga untuk mematikan aliran listrik sementara guna menghindari risiko korsleting. Warga di minta mengamankan dokumen penting dan barang elektronik ke tempat yang lebih aman. Warga juga bergotong royong membantu tetangga yang kesulitan keluar rumah.
Belum Ada Laporan Korban Jiwa
Hingga banjir mulai surut, belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material di perkirakan cukup signifikan, terutama bagi warga yang rumahnya terendam cukup lama. Perabot rumah tangga, kasur, dan peralatan elektronik menjadi barang yang paling banyak terdampak.
Warga berharap ada bantuan dari pemerintah, terutama bagi keluarga yang mengalami kerusakan rumah atau kehilangan barang kebutuhan pokok akibat banjir. Menurut warga, penanganan sementara seperti pembersihan saluran tidak cukup jika tidak di sertai perbaikan struktur drainase. Mereka juga meminta adanya kajian menyeluruh terhadap sistem aliran air di kawasan tersebut.
Banjir Rendam Jempong Baru Berangsur Surut Menjelang Malam
Menjelang malam hari, genangan air mulai berangsur surut seiring hujan yang mereda. Meski demikian, lumpur dan sampah yang terbawa banjir masih tersisa di jalan dan halaman rumah warga. Proses pembersihan di lakukan secara mandiri dengan peralatan seadanya.
Warga membersihkan rumah sambil tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan. Beberapa warga memilih berjaga hingga larut malam untuk memastikan air tidak kembali naik. Kejadian banjir yang berulang membuat warga Jempong Baru mendesak adanya solusi jangka panjang. Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi saluran drainase serta penataan lingkungan yang lebih baik.
Banjir Rendam Jempong Baru Harapan Warga pada Pemerintah
Warga Jempong Baru berharap Banjir setinggi paha yang kembali terjadi ini menjadi perhatian serius semua pihak. Mereka ingin lingkungan yang aman dan bebas banjir agar dapat beraktivitas dengan tenang, terutama saat musim hujan.
“Setiap tahun selalu waswas. Kami hanya ingin solusi nyata, bukan janji,” ujar seorang warga. Dengan penanganan yang tepat dan berkelanjutan, warga berharap kejadian serupa tidak terus terulang dan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat.





