Beranda / Pangan / Bulog NTB Siapkan 154 Ton Beras Jelang Ramadan

Bulog NTB Siapkan 154 Ton Beras Jelang Ramadan

Bulog NTB Siapkan 154 Ton Beras Jelang Ramadan

Bulog NTB Siapkan 154 Ton Beras Jelang Ramadan Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan 154 ton beras menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Langkah ini di lakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan pokok tetap aman serta menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Ramadan di kenal sebagai periode dengan peningkatan kebutuhan konsumsi masyarakat, sehingga kesiapan stok menjadi perhatian utama pemerintah.

Bulog NTB menegaskan bahwa cadangan beras yang di siapkan merupakan bagian dari stok pengamanan pangan yang dapat di gelontorkan sewaktu-waktu jika terjadi lonjakan permintaan atau gejolak harga di pasar.

Antisipasi Bulog Kenaikan Permintaan Selama Ramadan

Setiap memasuki Ramadan, konsumsi beras di masyarakat cenderung meningkat. Selain kebutuhan rumah tangga, permintaan juga datang dari pelaku usaha kuliner, katering, hingga kegiatan sosial dan keagamaan. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga apabila tidak di imbangi dengan pasokan yang memadai.

Dengan menyiapkan 154 ton beras, Bulog NTB berupaya mengantisipasi potensi kekurangan pasokan sekaligus menekan spekulasi harga di tingkat pedagang. Stok tersebut siap di salurkan melalui berbagai mekanisme sesuai kebutuhan dan situasi di lapangan. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat dan menjaga ketahanan pangan daerah. Dengan kerja sama semua pihak, NTB optimistis dapat menjalani Ramadan dengan kondisi pangan yang aman, stabil, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Distribusi Bulog Melalui Operasi Pasar dan SPHP

Beras yang di siapkan Bulog NTB akan di salurkan melalui operasi pasar dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini bertujuan menjaga harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Melalui SPHP, beras Bulog didistribusikan ke pasar-pasar tradisional, kios pangan, serta mitra penjualan resmi. Harga jual beras SPHP di tetapkan di bawah harga pasar untuk menekan lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Fokus Menjaga Stabilitas Harga Beras

Stabilitas harga menjadi fokus utama Bulog NTB menjelang Ramadan. Fluktuasi harga beras tidak hanya berdampak pada daya beli masyarakat, tetapi juga dapat memicu inflasi daerah. Oleh karena itu, Bulog terus memantau perkembangan harga di pasar dan siap melakukan intervensi jika di perlukan.

Langkah intervensi di lakukan secara terukur agar tidak mengganggu mekanisme pasar, namun tetap mampu memberikan dampak nyata bagi konsumen. Bulog juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan kebijakan stabilisasi berjalan efektif. Bulog NTB Siapkan 154 Ton Beras Jelang Ramadan

BACA JUGA : Pedagang Kuliner Kuta Direlokasi ke Pergola

Stok Cadangan Beras Pemerintah Tetap Aman

Selain 154 ton beras yang di siapkan khusus menjelang Ramadan, Bulog NTB memastikan cadangan beras pemerintah dalam kondisi aman. Stok tersebut tersimpan di gudang-gudang Bulog yang tersebar di berbagai wilayah NTB.

Cadangan ini tidak hanya di peruntukkan bagi stabilisasi harga, tetapi juga untuk kebutuhan bantuan sosial, penanggulangan bencana, serta program pemerintah lainnya. Dengan cadangan yang memadai, pemerintah optimistis mampu menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi selama Ramadan hingga Idulfitri. Kesiapan Bulog NTB menyiapkan 154 ton beras menjelang Ramadan menjadi sinyal positif bagi masyarakat. Dengan stok yang aman, distribusi yang terjaga, serta pengawasan yang ketat, stabilitas harga beras di NTB di harapkan tetap terjaga.

Peran Bulog dalam Menjaga Ketahanan Pangan Daerah

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan pangan strategis, Bulog memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Di NTB, peran ini menjadi krusial mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu daerah penghasil beras, sekaligus memiliki tingkat konsumsi yang tinggi.

Bulog NTB tidak hanya bertugas menyerap hasil panen petani, tetapi juga memastikan distribusi beras berjalan lancar hingga ke tingkat konsumen. Sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan petani menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara produksi dan konsumsi.

Dukungan terhadap Petani Lokal

Dalam menjaga stok beras, Bulog NTB juga terus mendorong penyerapan gabah dan beras dari petani lokal. Langkah ini bertujuan memberikan kepastian harga bagi petani sekaligus memperkuat stok dalam negeri.

Dengan menyerap hasil panen petani NTB, membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani agar tidak jatuh saat musim panen. Kebijakan ini di harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan regional. Dengan koordinasi yang solid, di harapkan pelaksanaan operasi pasar dan penyaluran beras SPHP dapat berjalan lancar dan tepat sasaran, terutama menjelang Ramadan yang identik dengan peningkatan aktivitas ekonomi.

Imbauan kepada Masyarakat agar Tidak Panic Buying

Menjelang Ramadan, NTB mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ketersediaan beras di pastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

Pembelian berlebihan justru berpotensi memicu kelangkaan semu dan kenaikan harga di pasar. mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan, sehingga distribusi pangan dapat berjalan merata dan stabil. NTB terus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, dan aparat terkait untuk mengawasi distribusi dan harga beras di pasar. Pengawasan ini penting untuk mencegah praktik penimbunan dan spekulasi yang merugikan konsumen.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *