Mengapa Kamboja Mendadak Mundur dari SEA Games 2025. Keputusan mengejutkan datang dari Kamboja jelang pelaksanaan SEA Games 2025. Negara yang sebelumnya sempat menjadi tuan rumah pada edisi 2023 itu tiba-tiba mengumumkan penarikan diri dari keikutsertaan dalam ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut. Langkah mendadak ini menimbulkan beragam spekulasi, mulai dari alasan internal hingga dinamika politik kawasan. Publik pun bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat Kamboja memilih mundur secara tiba-tiba?
1. Kendala Anggaran yang Tidak Kunjung Stabil
Salah satu faktor utama yang disebut-sebut menjadi penyebab adalah ketidakstabilan anggaran olahraga nasional. Setelah menjadi tuan rumah SEA Games 2023, Kamboja mengeluarkan dana besar untuk pembangunan fasilitas olahraga, pelatihan atlet, dan promosi event. Meski sukses membawa citra positif, beban finansial yang ditinggalkan ternyata jauh lebih besar dari perkiraan.
Dalam dua tahun terakhir, perekonomian Kamboja mengalami perlambatan, terutama di sektor pariwisata dan manufaktur yang menjadi penopang utama. Pemerintah harus melakukan pengetatan belanja publik, dan sektor olahraga menjadi salah satu yang terkena dampak pemangkasan anggaran. Dengan situasi itu, Kamboja merasa tidak mampu membiayai kontingen dalam skala besar untuk SEA Games 2025.
2. Kamboja Prioritaskan Pemulihan Internal Usai SEA Games 2023
Sebagai tuan rumah pada 2023, Kamboja telah menghabiskan banyak energi untuk persiapan dan pelaksanaan event. Meski di nilai sukses, ada beberapa catatan internal yang masih perlu di benahi, seperti pengelolaan fasilitas baru, peningkatan kualitas federasi olahraga, dan evaluasi kinerja atlet.
Pemerintah Kamboja dikabarkan ingin memfokuskan waktu dan sumber daya untuk restrukturisasi sistem olahraga nasional. Mereka menilai bahwa berkompetisi dalam SEA Games 2025 mungkin justru menghambat proses pembenahan ini. Dengan kata lain, Kamboja memilih mundur sementara agar sistem keolahragaannya dapat diperkuat sebelum kembali tampil di event internasional.
3. Masalah Kesiapan Atlet dan Regenerasi Terhambat
Mengapa Kamboja Mendadak Mundur dari SEA Games 2025, faktor lain yang turut berpengaruh adalah kondisi tim nasional di berbagai cabang olahraga. Banyak atlet senior yang tampil pada SEA Games 2023 mulai memasuki masa pensiun, sementara proses regenerasi belum berjalan mulus. Beberapa cabang olahraga bahkan kehilangan pelatih asing setelah masa kontrak selesai dan tidak di perpanjang karena keterbatasan anggaran.
Kondisi ini membuat Kamboja merasa tidak siap untuk bersaing pada level tertinggi di kawasan. Mereka khawatir performa buruk akan mempengaruhi citra negara setelah dua tahun sebelumnya mereka menjadi tuan rumah yang sukses. Mundur dari SEA Games 2025 di anggap sebagai langkah strategis agar federasi punya waktu membangun kembali kekuatan atlet muda.
4. Dinamika Politik dan Diplomasi Regional
Selain persoalan internal, terdapat dugaan bahwa di namika politik kawasan turut memicu keputusan mendadak tersebut. Hubungan Kamboja dengan beberapa negara ASEAN sempat mengalami pasang surut dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait isu investasi, keamanan perbatasan, dan kerja sama ekonomi.
Walaupun tidak ada pernyataan resmi yang menyebutkan hal ini, beberapa analis regional menilai bahwa ketidakstabilan politik dalam negeri serta tekanan di plomatik eksternal mungkin ikut memengaruhi keputusan Kamboja. Pemerintah tampaknya ingin menghindari potensi konflik atau ketegangan geopolitik yang bisa muncul pada event internasional.
5. Kamboja Terima Respons Komite Olahraga Asia Tenggara
Keputusan Kamboja ini tentu saja mendapat perhatian serius dari Komite SEA Games Federation (SEAGF). Mereka menyayangkan langkah tersebut, namun tetap menghormati keputusan negara anggota. Dalam aturan SEAGF, negara tidak di wajibkan mengikuti setiap edisi SEA Games, sehingga mundurnya satu negara tidak di anggap melanggar regulasi.
Namun, SEAGF berharap Kamboja dapat kembali berpartisipasi pada edisi berikutnya setelah situasi nasional mereka lebih kondusif. Beberapa negara anggota juga menyatakan dukungan moral, yang menunjukkan solidaritas antara negara-negara ASEAN dalam dunia olahraga.
6. Kamboja dan Dampaknya terhadap SEA Games 2025
Mundurnya satu egara tidak memengaruhi pelaksanaan SEA Games 2025 secara keseluruhan. Namun, absennya satu negara tentu mengurangi jumlah peserta dan sedikit memengaruhi peta persaingan di beberapa cabang olahraga. Cabang tertentu seperti pencak silat, sepak takraw, dan e-sports mungkin akan kehilangan kontestan potensial.
Meski demikian, negara-negara lain tetap melanjutkan persiapan dan memastikan bahwa SEA Games 2025 akan berlangsung sesuai jadwal dan tetap meriah.





